JELAJAHPOS.COM Kolaka, 28 Maret 2025 – Kepolisian Resor (Polres) Kolaka mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi dengan memperketat pengamanan di Pelabuhan Penyeberangan Kolaka. Operasi kepolisian terpusat dengan sandi "Ops Ketupat Anoa - 2025" kini tengah digelar secara intensif guna menjamin kelancaran serta keamanan bagi seluruh penumpang dan kendaraan yang hendak melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.
Wakapolsek KPK, yang ditunjuk sebagai Kepala Posko Pengamanan Pelabuhan Kolaka, telah menyampaikan laporan perkembangan terkini kepada Kapolres Kolaka selaku Kepala Operasi Daerah "Ops Ketupat Anoa - 2025". Laporan tersebut secara komprehensif merinci detail pengerahan personel keamanan serta prosedur pengamanan standar yang kini diterapkan di pelabuhan yang dikenal memiliki tingkat aktivitas tinggi ini. Salinan laporan penting ini juga telah didistribusikan kepada sejumlah tokoh kunci di jajaran Polda Kolaka, termasuk Wakapolda, Kabag Ops, dan Kepala Satuan Intelijen, sebagai wujud sinergi dan koordinasi lintas sektoral dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama masa mudik.
Pada hari Jumat, 28 Maret 2025, aktivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas di Pelabuhan Penyeberangan Kolaka terlihat meningkat signifikan. Sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WITA, para petugas keamanan terlihat bahu-membahu mengatur dan mengamankan proses pemuatan penumpang beserta kendaraan ke dalam kapal feri yang akan bertolak. Tim khusus yang ditempatkan secara strategis di pos pelayanan pelabuhan menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi di bawah komando operasi "Ops Ketupat Anoa - 2025", sebagai manifestasi komitmen Polri dalam mewujudkan perjalanan mudik yang aman dan tertib bagi masyarakat yang hendak merayakan hari kemenangan di kampung halaman.
Untuk memastikan keamanan yang optimal, Pelabuhan Feri Kolaka kini dijaga oleh personel keamanan berjumlah empat orang yang dibagi dalam dua shift tugas yang terencana dengan matang. Penempatan personel ini bertujuan untuk memberikan pengawasan dan perlindungan yang berkesinambungan selama 24 jam. Kehadiran petugas diharapkan dapat meminimalisir potensi terjadinya gangguan keamanan serta memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para pemudik yang tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah dalam rangka merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.
Laporan operasional secara spesifik menyoroti detail perjalanan Trip 2 yang menggunakan armada kapal feri KMP. RAJA DILAUT. Berdasarkan data manifest keberangkatan yang tercatat, kapal tersebut mengangkut sejumlah besar kendaraan, meliputi 102 unit sepeda motor (R2), 37 unit mobil pribadi (R4), satu unit truk (R6), tiga unit bus, serta 382 orang penumpang. KMP. RAJA DILAUT dilaporkan telah bertolak dari Pelabuhan Feri Kolaka tepat pada pukul 13:00 WITA, menandai suksesnya pelaksanaan salah satu dari sekian banyak perjalanan yang aman dan lancar berkat implementasi "Ops Ketupat Anoa - 2025" yang masih terus berlangsung.
Sinergi dan upaya kolaboratif yang ditunjukkan oleh Kepolisian Daerah Kolaka melalui pelaksanaan "Ops Ketupat Anoa - 2025" menegaskan komitmen kuat mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode puncak arus mudik Idul Fitri. Melalui perencanaan yang cermat dan keterlibatan aktif dari personel yang berdedikasi di berbagai pusat transportasi vital seperti Pelabuhan Feri Kolaka, pihak kepolisian berupaya keras untuk memastikan perayaan Idul Fitri yang damai, aman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka.